Ketika saya
memutuskan untuk menikahi seseorang, saya harus yakin bahwa dialah orang yang
saya inginkan untuk menghabiskan hidup bersama-sama. Membesarkan anak, melewati
masa-masa sulit, membaca buku berdua, berbagi mimpi dan cita-cita. Dia haruslah
orang yang paling saya inginkan untuk berada disisi saya, ketika dunia tak lagi
ramah menyapa. Pilihlah dengan siapa kita akan berbagi momen-momen itu. Pilih hati-hati,
dengan istigharah dan pertimbangan yang sangat matang. Jangan karena khawatir
gak dapat jodoh, gak enak omongan orang, takut kalah saing sama teman
seangkatan atau dikejar target menikah. Lalu asal saja, yang penting status
berubah? TIDAK, Karena hidup kita selanjutnya, masa depan anak-anak kita kelak
sangat tergantung dari pilihan yang akan kita buat.
Pilihlah hanya karena
ALLAH, libatkan ALLAH, choose for your love, then love your choice. Dan ketika
pertanyaan “KAPAN NIKAH?” itu mampir lagi ditelinga, jangan biarkan ia mengusik
perasaan, melainkan jadikan ia cambuk untuk memperbaiki diri sendiri, lagi dan
lagi terus dan terus. Karena ALLAH memasangkan seseorang sesuai dengan kadar
keimanannya. Keep positive-thinking and husnuzhon to ALLAH. Karena DIA adalah
sebagaimana perasangka hambaNYA terhadapNYA, Right? innallaha ma'ashobirin
good.....
BalasHapus