Jumat, 15 Mei 2015

Apa Bekal kita??

Apa sebenarnya tujuan hidup ini?
Mungkin saya ataupun anda berbeda pendapat mengenai tujuan hidup, akan tetapi mungkin dari kebanyakan orang selalu bertujuan menjadi kaya raya, harta banyak, karir bagus, pendidikan lancar, rumah mewah dan layak huni, pasangan hidup yang tampan rupawan, cantik menawan dan sandang pangan tercukupi. Benarkah itu tujuan hidup kita? Tentu Iya!! Tanpa sadar diri ini pun bertujuan demikan.....
Hampir semua tujuan hidup manusia terfokus pada dunia,  dan HANYA DUNIA SAJA.
Bagaimana tujuan hidup akhir kita nanti? Apa bekal yang kita bawa nanti? Cukupkah sandang pangan kita disana nanti? Mewah kah rumah kita disana nanti? Kaya raya kah kita disana nanti? Sama siapa kita disana nanti? 
APAKAH KITA BAHAGIA DISANA NANTI? 
bisa jadi diri ini tidak membawa persediaan apa apa, hamba termiskin tanpa bekal apapun, tak punya sandang pangan, jangankan menyicil rumah mewah megah, gubuk pun tak mampu ia dirikan. MENGAPA?
"coba ketuk hati ini, tanya diri ini, sudah berapa banyak KEWAJIBAN yang diri ini TINGGALKAN?"

Selasa, 12 Mei 2015

KAPAN NIKAH?

Ketika saya memutuskan untuk menikahi seseorang, saya harus yakin bahwa dialah orang yang saya inginkan untuk menghabiskan hidup bersama-sama. Membesarkan anak, melewati masa-masa sulit, membaca buku berdua, berbagi mimpi dan cita-cita. Dia haruslah orang yang paling saya inginkan untuk berada disisi saya, ketika dunia tak lagi ramah menyapa. Pilihlah dengan siapa kita akan berbagi momen-momen itu. Pilih hati-hati, dengan istigharah dan pertimbangan yang sangat matang. Jangan karena khawatir gak dapat jodoh, gak enak omongan orang, takut kalah saing sama teman seangkatan atau dikejar target menikah. Lalu asal saja, yang penting status berubah? TIDAK, Karena hidup kita selanjutnya, masa depan anak-anak kita kelak sangat tergantung dari pilihan yang akan kita buat.

Pilihlah hanya karena ALLAH, libatkan ALLAH, choose for your love, then love your choice. Dan ketika pertanyaan “KAPAN NIKAH?” itu mampir lagi ditelinga, jangan biarkan ia mengusik perasaan, melainkan jadikan ia cambuk untuk memperbaiki diri sendiri, lagi dan lagi terus dan terus. Karena ALLAH memasangkan seseorang sesuai dengan kadar keimanannya. Keep positive-thinking and husnuzhon to ALLAH. Karena DIA adalah sebagaimana perasangka hambaNYA terhadapNYA, Right? innallaha ma'ashobirin

Senin, 04 Mei 2015

#Renungkan...

Diri ini tak luput dari SALAH, DOSA dan KHILAF.
diri ini selalu ingin benar tanpa mau disalahkan, diri ini selalu ingin dimengerti tanpa mau mengerti keadaan sekitar, dan diri ini terlalu egois dalam hal apapun.
Tanpa kita sadar diri ini adalah KITA, kita yang selalu merasa benar, kita yang selalu merasa baik dan kita yang selalu merasa tak pernah salah…
Merasa benar, mungkin itu adalah candu terbesar disetiap diri manusia baik SAYA maupun ANDA! diri yang tak mau disalahkan dan tak mau mengalah. 
Hidup itu saling memberi bukan hanya ingin diberi, hidup itu bukan hanya ingin dimengerti tapi saling mengerti.
Tanpa sadar mungkin pernah bersikap demikian, menyalahkan orang tanpa mau disalahkan, merasa benar dan terus mencari pembenaran, ntah harus sampai kapan itu terus berulang.
Dua hambatan terbesar dalam berhubungan dengan orang lain yakni 
Jikalau dia salah apakah anda benar?
Jikalau dia pendosa apakah anda tidak?
Memangnya diri ini sudah benar-benar baik????